Lomba Karya Tulis Ilmiah The 3rd Airlangga Ideas Competition

Dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga ke-59 dan UKM Penalaran UA.

Dies Natalis Universitas Airlangga ke-59

Memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga pada 10 November 1954.

The 2nd Airlangga Ideas Competition

Dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga ke-58 dan UKM Penalaran UNAIR.

Info Pengenalan UKM Penalaran UNAIR 2012

PUKM merupakan salah satu syarat untuk menjadi anggota aktif dan pengurus UKM Penalaran UNAIR.

Welcome Party 2012 UKM Penalaran UNAIR

Dalam rangka penyambutan anggota baru UKM Penalaran UNAIR.

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Remaja Indonesia Peduli Lingkungan

JAKARTA — Tujuh bulan setelah memasuki kontes perbaikan lingkungan hidup dalam program Eco Youth, SMAN 1 Depok dinobatkan menjadi Pemenang Utama menyisihkan 15 sekolah lain dari kota besar di Indonesia. Sebagai pemenang, SMAN 1 Depok berhak mendapatkan hadiah berupa dukungan finansial untuk membeli peralatan sekolah senilai seratus dua puluh lima juts rupiah serta piala yang diserahkan langsung oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Balthasar Kambuaya yang didampingi oleh Presiders Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Masahiro Nonami, dalam acara Pengumuman Pemenang dan Pameran Program Eco Youth 7 di Cilandak Town Square — Jakarta Selatan.

Program  Eco Youth 7 diikuti oleh 16 sekolah dari Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Mojokerto, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Jayapura. Kemenangan SMAN 1 Depok diraih berkat kemampuan mereka untuk memenuhi kriteria utama penjurian Program Toyota Eco Youth 7 berupa:
  1. Implementasi 3R + 1 R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replant) dalam area sekolah.
  2. Implementasi 5 aspek manajemen lingkungan yang terdiri dari sosialisasi program di dalam dan di luar lingkup sekolah, keberadaan peraturan lingkungan hidup di sekolah, adanya lembaga lingkungan dalam struktur organisasi sekolah, pengembangan teknologi ramah lingkungan, dan sokongan dana.
  3. Kurikulum sekolah mengandung muatan lingkungan hidup.
  4. Menjalankan program kesadaran lingkungan hidup bagi komunitas di sekitar sekolah. Kriteria penjurian ini dimaksudkan untuk menimbulkan kontinuitas program serta efek domino untuk peningkatan kesadaran dan kepedulian akan lingkungan hidup.
Salah satu proyek unggulan SMAN 1 Depok adalah upaya Konservasi Situ Lio di Depok. Para siswa bersama dengan Guru dan bekerjasama dengan Jurusan Biologi salah satu Universitas terkemuka di Indonesia membuat daftar inventaris beragam flora dan fauna yang terdapat di Situ. SMAN 1 Depok juga menjadikan ekosistem Situ Lio sebagai materi muatan lokal di sekolah. Kemudian untuk melindungi ekosistem Situ Lio, SMAN 1 Depok terjun langsung ke masyarakat di sekitar Situ untuk memberi pengertian dan bimbingan atas pentingnya Situ Lio serta cara pemeliharaannya. Saat ini SMAN 1 Depok dan masyarakat sekitar bersama-sama menjaga Situ Lio, agar bebas dari sampah.

Daftar pemenang program Eco Youth Toyota ke-7 adalah: 1. pemenang Pertama, SMAN 1 Depok. 2. Pemenang Kedua, SMKN 1 Pungging Mojokerto. 3. Pemenang ketiga,  SMAN 21 Makassar.

Selain kontes perbaikan lingkungan hidup, saat ini program Eco Youth telah berhasil menelurkan 8 Sekolah Model untuk Pembelajaran Lingkungan yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Sekolah-sekolah ini berfungsi sebagai pusat penyebaran kesadaran lingkungan hidup balk bagi sekolah lain maupun bagi masyarakat umum. Saat ini, kedelapan Sekolah Model untuk Pembelajaran Lingkungan telah menerima banyak kunjungan dan undangan tidak hanya dari kota masing-masing, namun juga dari negara lain. Pembentukan Sekolah Model untuk Pembelajaran Lingkungan merupakan tujuan akhir dari program Eco Youth. Toyota Indonesia menyumbangkan Galeri dan Perpustakaan Lingkungan Hidup bagi sekolah yang berhasil meraih predikat Sekolah Model untuk Pembelajaran Lingkungan Hidup.

Berikut daftar peserta Toyota Eco Youth 7:

Masahiro Nonami, mewakili manajemen Toyota Indonesia, memuji komitmen para peserta program Eco Youth Toyota ke 7, “Saya sangat bangga pads 16 sekolah peserta yang berperan aktif dalam mengembangkan proyek perbaikan lingkungan hidup, serta pads 8 sekolah model untuk pembelajaran lingkungan yang meneruskan komitmen mereka di bidang pembelajaran dan aktivitas ramah lingkungan.”

Program Eco Youth dijalankan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai salah satu bentuk kepedulian akan lingkungan hidup dari Toyota di Indonesia. TMMIN dan TAM bekerja sama dengan Yayasan Kirai Indonesia dan didukung penuh oleh jaringan Dealer Toyota di Indonesia. Sejak awal program di tahun 2005 hingga kini, Toyota Eco Youth telah melibatkan lebih dari 355 sekolah yang tersebar di 16 kota besar di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi.
Irwan Priyantoko / Nia / Ika Corporate Public Relations External Affairs Division
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
Tel : (021) 651 5551 ext. 2727
Fax : (021) 652 1587

Sabtu, 17 Maret 2012

Listrik dari Air Seni

Liputan6.com, Melbourne: Sebuah restoran di Melbourne, Australia, yang tenaga listriknya dihasilkan dari urine atau air seni telah dibuka untuk bisnis. Menurut Smart Planet, baru-baru ini, Proyek Greenhouse ini juga menggunakan produk pertanian untuk insulasi dan energi, serta dibangun dengan materi-materi daur ulang.

"Urine itu sangat bagus untuk nitrogen dan sangat berharga. Anda hanya memerlukan air seni dari 25 orang untuk menyediakan pupuk yang digunakan untuk satu hektare ladang," kata sang desainer asal Belanda, Joost Bakker. "Saya telah merancang restoran ini secara terbalik. Saya memulainya dengan bagian akhir terlebih dahulu, dengan menilai produksi limbah, dan bekerja dari sana."

"Saya selalu bermimpi untuk membangun sebuah restoran yang tidak menghasilkan limbah dan sekarang akhirnya saya telah mencapai hal itu!". Setiap bagian dari bangunan ini juga dibangun dengan materi yang 100% dapat didaur ulang.(JAY/ANS

UNAIR dan Biofarma akan Produksi Vaksin Flu Burung

SURABAYA--MICOM: Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menegaskan bahwa Universitas Airlangga (UNAIR
) Surabaya bersama Biofarma akan memproduksi vaksin flu burung pada 2013.

"Kami sedang menyusun sistem untuk mempertemukan akademisi, bisnis/industri, dan pemerintah," katanya di sela-sela kunjungan ke Laboratorium Bio Safety Level 3 (BSL3), Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi (RSPTI), dan Insitute of Tropical Disease (ITD) Unair Surabaya, Jumat (16/3).

Didampingi Wakil Rektor I Unair Prof Dr Syahrani MS Apt, ia mencontohkan upaya mempertemukan peneliti flu burung Unair dengan Biofarma. "Karena itu, Indonesia akan dapat memproduksi vaksin itu pada tahun 2013," katanya.

Dalam kuliah umum bertajuk "Sinergi Riset Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Industri dalam Mewujudkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)" di Rektorat Unair, Menristek menyatakan pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh inovasi yang dilakukan para pelaku usaha.

"Inovasi itu bisa dilakukan jika ada dukungan dari institusi pendidikan. Demi mendorong peningkatan inovasi, perlu adanya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha," katanya.

Dalam kunjungan itu, ia memotivasi perguruan tinggi untuk lebih bersemangat meningkatkan penelitian, karena pemerintah menggagas MP3EI pada tahun 2011 dengan tiga pilar, yaitu pembangunan berbasis koridor ekonomi, konektivitas antarkoridor ekonomi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan iptek.

"Pilar ketiga menjadi tanggung jawab bersama antara Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami dari Kemenristek menggandeng empat perguruan tinggi negeri sebagai Pusat Unggulan Riset Iptek Nasional," katanya.

Ia menyebut Unair terpilih sebagai salah satu mitra kerja sama tersebut dengan fokus keunggulan di bidang kesehatan.

"Insentif yang diberikan oleh Kemenristek dan Kemendikbud mencapai nilai Rp1,5 miliar untuk keperluan manajemen, serta Rp3 miliar untuk setiap topik riset," katanya.

Dari hasil Rapat Koordinasi Riset dan Teknologi pada tahun 2011, beberapa hal yang diharapkan segera dikembangkan oleh Unair adalah pengembangan vaksin tuberkolosis, flu burung, HIV, hepatitis B, dengue, pengembangan obat antimalaria, dan pengembangan obat dengan bahan baku lokal.

Setelah itu, Menristek mengunjungi ITS Surabaya untuk melihat produk unggulan institut teknologi itu dan mengadakan dialog dengan peneliti dan mahasiswa setempat.

"Saya berharap ITS menjadi 'imam' dalam pengembangan produk lokal atau karya anak bangsa terkait teknologi dan energi," katanya. (Ant/Ol-3) 


Minggu, 04 Maret 2012

Membuat Etanol dari Kertas dan Limbah Lignoselulosa

Uji Digestibility Biomassa Lignoselulosa untuk Produksi Bioethanol

Uji digestibility biomassa lignoselulosa adalah uji untuk mengetahui kemudahan biomassa lignoselulosa dihydrolisis dengan enzyme. Uji ini berdasarkan pada protokol standard NREL (National Renewable Energy Laboratory). Protokol lengkapnya bisa dibaca di referensinya langsung di link ini (Klik di sini). Saya akan menjelaskan berdasarkan pengalaman melaksanakan uji digestibiliti.

Substrat atau Bahan Lignoselulosa

  1. Substrat atau bahan yang digunakan adalah biomassa lignoselulosa. Bisa bahan apa saja, misalnya: kayu, jerami, tongkol jagung, serbuk kayu, atau limbah lignoselulosa lainnya. Bahan mestinya sudah dihaluskan. Kalau akan dikeringkan, sebaiknya menggunakan vacuum drier (Baca penjelasannya di protokol NREL). Bahan yang berbentuk bubur bisa saja digunakan.
  2. Bahan ini mesti diukur total solidnya terlebih dahulu atau bersamaan pada saat pengambilan sampel untuk uji digestibiliti.
  3. Bahan ini juga sudah dikarakterisasi dan sudah diketahui berapa kandungan selulosa, hemiselulosa, dan ligninnya

Bahan-bahan

Bahan-bahan yang digunakan untuk pengujian digestibility antara lain:
  1. Enzyme selulase, enzyme beta glukosidase, xylanase, atau enzyme yang bisa memecah biomassa lignoselulosa. Enzyme ini juga harus sudah diketahui berapa aktivitasnya.
  2. Stok buffer sitrat 1M pH 4.5. Bisa saja menggunakan buffer lain yang disesuaikan dengan enzyme yang digunakan. Buffer sitrat adalah buffer yang umum digunakan untuk pengujian selulase yang optimum kerjanya pada pH 4.8.
  3. Pure water (air murni), air yang biasa digunakan untuk analisa HPLC. Ini kalau kandungan gulanya akan dianalisa dengan HPLC. Bisa juga menggunakan air distilasi jika analisa kandungan gulanya menggunakan uji DNS.
  4. Antibiotik. Saya biasanya menggunakan sodium azide 2%.

Peralatan Utama

Peralatan utama untuk uji digestibiliti antara lain:
  1. Erlenmeyer 50mL
  2. Cotton plug (penyumbat kapas)
  3. Alumunium foil
  4. Water bath yang diset pada suhu 50oC.
Peralatan lainnya yang diperlukan seperti, timbangan analitik, peralatan untuk pengujian gula. Tergantung mau dianalisis pakai HPLC atau pakai metode DNS. Silahkan dipikir dan dipenuhi sendiri.

Prosedur

Kondisi pengujian yang penting adalah:
  1. Substrat loading: 1 g selulosa/10mL
  2. Suhu: 50oC
  3. pH buffer: 4.8
  4. Volume: 10mL
  5. Waktu inkubasi 72 jam
Dosis enzyme disesuaikan dengan percobaannya. Misalnya_ 30 fpu selulase per g selulsoa dan 40 pNPG per g selulosa.
Langkah-langkahnya:
  1. Hitung terlebih dahulu berapa banyak subatrat yang harus ditimbang. Ini tergantung pada kandungan selulosa bahan itu. Misalkan saja, total solidnya 95%, kandungan selulosa 45%. Maka banyaknya subtrat yang ditimbang adalah: 1 : 95% : 45% g.
  2. Volume antibiotik yang ditambahkan 100uL.
  3. Volume stok buffer yang ditambahkan 500uL.
  4. Hitung berapa volume enzyme yang ditambahkan.
  5. Hitung barapa sisa volume air yang perlu ditambahkan agar volumenya mencapai 10 mL.
  6. Masukkan ke dalam erlenmeyer dengan urutan sbb: subtrat -> buffer -> antibiotik ->air. ENZYME JANGAN DITAMBAHKAN DULU.
  7. Masukkan erlenmeyer ke dalam water bath yang suhunya sudah diset 50oC. Tunggu sekitra 5 menit.
  8. Setelah suhunya konstan, baru ditambahkan enzymenya. Waktu inkubasi dihitung mulai saat ini, yaitu selama 72 jam.
  9. Pada akhir inkubasi, liquidnya disaring dan dianalisa kandungan gulanya. Sisa solidnya bisa ditimbang untuk kontrol.

Perhitungan

Digestibility dinyatakan dalam persen.
Digestibility (%) = ((Konsentrasi gula dalam liquid x volume x (162/180)) / berat selulosa ) x 100%
Selig, M., Weiss, N. and Ji, Y. (2008). “Enzymatic Saccharification of Lignocellulosic Biomass”. In Laboratory Analytical Procedure (LAP).Technical Report: NREL/TP-510-42629, pp.8. National Renewable Energy Laboratory.